TRENDING NOW

Gusti Agung Kusuma Yudha Rai Bali prestasi nasional internasional
Binaragawan Ade Rai bersama Arya Permana, bocah obesitas.

Suara.com - Binaragawan Ade Rai terbilang sering mem-posting kegiatannya bersama Arya Permana, bocah obesitas dari Karawang, Jawa Barat, di Instagram. Nggak heran, sebab Ade merupakan salah satu yang sangat peduli padanya, melatih Arya agar berat badannya turun secara ideal.

Beberapa waktu lalu, bobot Arya mencapai 192 kg. Setelah mengikuti panduan Ade, berat badannya dikabarkan susut menjadi 135 kg.

Nah, di salah satu video yang di-upload-nya, Ade sempat melatih Arya dengan saling melempar bola basket. Di video yang sama, Ade sempat menantang Arya adu Panco. Lucunya, Ade Rai kalah, entah disengaja atau tidak.

Akun @ade_rai mendapat perhatian dari warganet. Sebagian besar dari mereka memberi Arya semangat;

@prizki07; Semangat Arya.

@aiuliloaethelreda; Semangat buat arya , Semoga sehat ya dek.

@bambangsuhandi; Ayo Arya kamu di tangan org yg tepat...beribu-ribu org mau berlatih sm

@ade_rai sampe mau bayar mahal,tp di tolak....dengan kamu dia dgn tangannya sendiri melatih kamu...awesome big brade...legend!!!

@lutfi884; good luck for arya.... dan terima kasih buat om ade rai ....thanks om .....saya warga karawang turut senang dan mendukung .......mudah mudahan membuahkan hasil yang maksimal.


Warganet juga mengungkapkan terimakasihnya kepada Ade, yang mau membantu bocah Arya;

@zhainal_cpro; Indonesia butuh orang seperti abang.

@faisalsoenarman; mantap , sehat sllalu ya bang ade my inspirasiku, aku sllalu mndukungmu bang, asli fans bgt ma bang ade rai dri sd.

@julian_dy12; Salut lihat bang ade...selalu senyum dan berjiwa sosial yg tinggi...kapan main kepematangsiantar bang...

@setiawan_mirza; Salut buat mas @ade_rai yg memberikan perhatian untuk Arya, semoga selalu diberi kesehatan untuk mas @ade_rai dan Arya.

@smfachriansyah; Sehat terus mas @ade_rai supaya selalu menjadi contoh bagi bangsa , seorang publik figure yang sangat sehat jiwa dan fikirannya. Masa depan indonesia kelak akan maju mulai dari gizi dan pola makan generasi mudanya hari ini. PATEN!

@noto_d; Seneng liatnya kalo ada orang yg udh terkenal tp gk sombong. Keep do it ya bang
@ade_rai.

Pengirim: Gregori W, karyawan.
Gusti Agung Kusuma Yudha Rai Bali prestasi nasional internasional
Binaragawan Indonesia, Ade Rai sesaat sebelum memaparkan presentasi pola hidup sehat di Universitas Padjadjaran (Unpad)

Sumedang, Kompas - Ade Rai, Binaragawan Indonesia, berbagi mengenai pola hidup sehat di depan seribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang, Senin (25/9/2017).

"Sehat itu tidak menarik selagi masih kita miliki. Sehat baru menjadi begitu menarik ketika dia pergi dari kita," ujarnya dalam acara BPJS Goes to Campus.

Sebab, pola hidup sehat bukan hanya penting melainkan keharusan.

Pria bernama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai, pola hidup tidak sehat berisiko mengundang penyakit katastropik.

Apalagi penyakit katastropik seperti stroke, gagal ginjal, jantung, hipertensi, dan lainnya tidak menjadi domain orang dewasa. Namun anak-anak, remaja, dan mahasiswa memiliki potensi yang sama jika tidak menjaga pola hidup sehat dan kurang olah raga.

"Penyebab kematian tertinggi di Indonesia tahun 2014 adalah stroke 21,1 persen, jantung dan pembuluh darah 12,9 persen, lalu diabetes melitus dan komplikasi 6,7 persen. Jadi, ayo kita hidup sehat," tuturnya.

Salah satu materi yang dibagikan Ade adalah pohon kebugaran. Ada tiga hal dalam pohon kebugaran tersebut yakni olahraga teratur, nutrisi teratur, dan istirahat teratur. Tentu saja harus dibarengi dengan pikiran sehat.

"Dalam hal diet juga. Diet bukan mengurangi makan atau tidak makan. Tapi pengaturan pola makan. Ada empat elemen diet yakni sumber, penyajian atau cara masak, jadwal dan frekuensi, serta jumlahnya," ucap pria kelahiran Jakarta, 6 Mei 1970.

Brand ambassador BPJS Kesehatan ini tidak hanya berbagi pola hidup sehat di Unpad. Kemungkinan ada sembilan kampus yang akan ia sambangi, yakni Universitas Indonesia (UI), Unpad, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lalu Universitas Airlangga, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, serta Universitas Sebelas Maret. (Kompas)
Gusti Agung Kusuma Yudha Rai Bali prestasi nasional internasional
Ade Rai
Bogor (ANTARA News) - Dengan bentuk tubuh serta wajah yang tidak banyak berubah sejak dulu hingga sekarang, Diusianya yang ke-48 tahun Ade Rai tetap tampil sehat dan bugar, semua itu diraihnya dengan mendisiplinkan diri berolahraga. 

"Kenapa saya sehat, bisa fit terus sampai hari ini, mulai dari bentuk badan, bentuk wajah tidak berubah, itu karena olahraga," kata Ade saat menyosialiasikan hidup sehat dalam acara BPJS Kesehatan "goes to campus" di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Ade yang kini menjadi "brand ambassador" atau duta BPJS Kesehatan memberikan sosialisasi hidup sehat yang sehari-hari telah dijalaninya sebagai mantan atlet dan praktisi kebugaran kepada masyarakat, dan juga mahasiswa.

"Pola hidup sehat itu mudah kok, hanya dengan menjaga makan, dan rajin berolahraga setiap harinya," katanya.

Pria yang bernama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai ini sejak tahun 2000 tidak lagi ikut kompetisi binaraga. Ia kini fokus menjadi instruktur dan praktisi kebugaran serta pengusaha.

Ade juga memiliki 14 fasilitas kebugaran yang tersebar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Cikarang dan berencana akan buka di Bogor. Ia pun punya sekolah sertifikasi kebugaran, aktif mengajar tentang kebugaran di perusahaan, komunitas dan kampus-kampus.

Menurutnya di usia hampir 50 tahun tidak ada perubahan pola olahraga yang dilakukan sejak awal hingga sekarang. Baginya usia itu terbagi atas usia biologis dan usia kalender.

"Usia kalendar setiap orang makin tua, dari pagi usia seseorang berbeda ketika sore, tambah tua," katanya.

Berbeda dengan usia biologi lanjutnya, tergantung dari gaya hidup. Kebanyakan orang beranggapan semakin tua hidup semakin pasrah, tua identik dengan sakit, sehingga banyak yang pasrah tanpa melakukan apa-apa.

"Sakit itu bukan datang ketika tua. Sakit itu apresiasi dari akumunlasi investasi yang buruk. Investasinya itu jarang olahraga, merokok dan makan yang buruk," katanya,

Pria berdarah Bali kelahiran 1970 ini mengatakan hidup sehat itu tergantung dari apa yang kita makan, mulut menjadi sumber penyakit masuk dari makanan yang dimakan. Segala penyakit rata-rata dikarenakan oleh ulah diri sendiri.

Ade mengatakan untuk hidup sehat dimulai dari cara pandang. Bahwa kesakitan tidak akan nyambung dengan diri kita, begitu juga kebodohan dan kemiskinan tidak akan nyambung kepada seseorang. Tetapi kalau kemiskinan, kebodohan dan kesakitan itu datang harus diterima, jangan dijadikan alasan untuk tidak mau sehat.

Untuk mau hidup sehat, seseorang harus mau mendisiplikan dirinya berolahraga, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup. Disiplin baginya adalah ku tau yang ku mau.

"Pertanyaannya kita maunya apa, mau sehat. Sehat itu diraih. Apa ada orang males kerja tidak mau usaha yang penting kaya, malas belajar tapi yang penting pintar, malas berolahraga yang penting sehat, ya ngak bisa," kata Ade.

Ade mengatakan olahraga adalah upaya seseorang untuk menciptakan kesadaran pada diri sendiri, bukan pada orang lain. Karena ketika sakit yang akan merasakannya adalah diri sendiri bukan orang lain.

"Maka itu yang perlu dilakukan meningkatkan kecerdasan orang, mengedukasi orang tentang sehat. Cara pandangnya diubah dulu. Bagaimana memandang sehat itu," kata Ade.

Dengan menyosialisasikan hidup sehat kepada mahasiswa lanjut Ade, salah satu upaya strategis mengingat mahasiswa dalam mode belajar, sehingga ketika diajak untuk belajar cara pandang menguatkan diri dalam membuat hidup sehat.

"Sesibuk apapun diri kita bekerja pasti tidak lupa mandi, sikat gigi, cuci tangan, shalat lima waktu selalu ada. Tapi olahraga yang sekali sehari, waktunya cuma tiga menit saja," kata Ade.

Ade mengatakan usia 50 tahun ia masih sehat dan punya bentuk tubuh yang bagus beberapa orang di usianya punya tubuh yang berbeda, hal itu karena kemandirian akan sehat yang dimilikinya.

Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dari ketergantungan akan sehat menjadi mandiri akan sehat.

"Kenapa bisa sehat di usia hampir 50 tahun itu terjadi karena aksinya. Yang lain bisa melakukannya. Tanpa harus jadi atlet, semua bisa asal disiplin olahraga, jaga pola makan, dan istirahat cukup. Siapa bilang usia 70 tahun ngak bisa ngapa-ngapain," kata Ade. (Antara News)
Gusti Agung Kusuma Yudha Rai Bali prestasi nasional internasional
INSTRUKTUR olahraga Ade Rai memberikan penjelasan cara menjaga kesehatan pada para mahasiswa Institut Pertanian Bogor saat acara BPJS Kesehatan Goes To Campus, Selasa 26 September 2017 sore. Kalangan pelajar dan mahasiswa mulai dilibatkan untuk menyosialisasikan program JKN-KIS.
CIBINONG, (PR) - Para Pelajar SMA diajak mengikuti gerakan Tinggalkan Merokok (Ti-Rock) sedangkan mahasiswa diajarkan cara menjaga kesehatan oleh instruktur Ade Rai. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota dan Kabupaten Bogor untuk mengkampanyekan perilaku hidup sehat.

Para mahasiswa Institut Pertanian Bogor mendapatkan penjelasan langsung dari Ade Rai pada acara BPJS Goes To Campus di Institut Pertanian Bogor Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa 26 September 2017. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan, Mira Anggraini menganggap para mahasiswa adalah segmen intelek.

"Para mahasiswa bisa membantu pemerintah agar proses pembelajaran masyarakat ini menjadi lebih cepat. Kalau ada masyarakat yang tanya, mahasiswa harus tahu," kata Mira seusai acara. Ia mengakui permasalahan yang biasa terjadi di tengah masyarakat disebabkan ketidakpahaman masyarakat mengenai program JKN-KIS.

Program sosialisasi ke perguruan tinggi se Indonesia menurut Mira dimulai tahun ini. Hingga pertengahan tahun ini, ia menyebutkan kegiatan yang sama sudah digelar di 11 perguruan tinggi terkemuka. Jumlah mahasiswa yang terdaftar program JKN menurutnya mencapai hampir 13 ribu dari 50 kampus se-Indonesia.

Menurut Mira, para mahasiswa yang belum terdaftar dalam program JKN-KIS bisa mendaftarkan diri pada acara tersebut. "Kita sediakan di sini tempat untuk mendaftar secara mandiri kolektif di universitasnya," katanya menegaskan.

Mira mengakui penyuksesan program JKN-KIS tak hanya bergantung pada upaya yang dilakukan jajaran BPJS Kesehatan, tapi tergantung sikap seluruh elemen masyarakat. Namun, pencapaian target program tersebut diakui justru lebih cepat dibandingkan negara maju seperti Jerman dan lainnya.

Menurut Mira, penjaminan kesehatan masyarakat di suatu negara dipengaruhi struktur segmentasi masyarakatnya. "Di negara-negara lain kebanyakan strukturnya formal, di kita banyak informalnya," kata dia menjelaskan latar belakang ekonomi masyarakat di Indonesia lebih didominasi tingkat menengah ke bawah.

Pelajar jangan merokok

Sementara itu, BPJS Kota Bogor menyosialisasikan gerakan Tinggalkan Merokok (Ti-Rock) pada para pelajar tingkat SMA dan sederajat di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Kota Bogor. Program tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan setempat, Rubaeah ikut mendukung pemerintah daerahnya mewujudkan kota bebas asap.

"Kita sedang menyusun aturan bagi penerima bantuan iuran peserta BPJS Kesehatan dari Pemkot yang masih merokok, akan dicabut bantuannya," kata Rubaeah di sela-sela acara tersebut. Usulan tersebut menurutnya masih dalam pembahasan di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Acara tersebut diikuti dengan penandatanganan komitmen untuk berhenti merokok dari para pelajar SMA dan sederajat se-Kota Bogor diawali Walikota Bogor Bima Arya. Dalam sambutannya, Bima berharap para pelajar lebih mengutamakan prestasi dalam pergaulannya dibandingkan merokok.  (Pikiran Rakyat)
Gusti Agung Kusuma Yudha Rai Bali prestasi nasional internasional
Bodybuilder Ade Rai explained his presentation during World Lupus Day 2017 by Syamsi Dhuha Foundation (SDF), in West Hall ITB, Jl Ganeca, Bandung, Saturday (6/5).

Ade Rai, Indonesian sports athlete called on Riau residents especially academic community STMIK AMIK Panam, Pekanbaru, to always behave healthy life through sports. Moreover, sports according to him prolong life expectancy.

"A healthy lifestyle with constantly exercising will prolong life expectancy," said Ade Rai in Pekanbaru, Tuesday (8/8).

The call was delivered in the Socialization of JKN-KIS Program which was attended by 100 students and the academic community. The activity was also followed by Chairman STMIK AMIK Panam Purwodadi Km 10, Panam, Pekanbaru Johar Arif. The event was also attended by Deputy Director of Sumbagteng and Jambi Region, Siswandi and Head of Riau Province Health Office, Dra Mimi Yulia Nasir and prolanis mothers.

According to him, exercise termed Ade Rai is bathing the lungs so that all organs of the body will be supported to be healthy. Conversely if lazy to exercise then the body will not be healthy.

He cited a friend named Gesang (90) years of diligent exercise so that in the elderly age Gesang can still do sit ups as much as 44 times and he every day exercise.

Gesang assumes that fate is in the hands of God but age is in the hands of the person itself. This means a healthy lifestyle is needed to extend our age. "Because it is a healthy condition to achieve a successful life and away from illness," he said.

Ade, who is an ambassador of BPJS Health mentions, sports have an encouraging association. If not diligent exercise will contribute to sickness and death as a worker's investment. Recorded six major causes of death, namely coronary heart disease, high blood pressure cancer, high LDL, and stroke.

Whereas seeking healthy is very easy and cheap, only through the ability to create pleasure in the organs and of course be done with pleasure so as to avoid the pain. "But when ill needs medication and treatment costs, the state makes BPJS Health program for all Indonesian people through public money (premium) and state budget (APBN)," he said. (Republika.co.id)