Ade Rai, Binaragawan Indonesia, berbagi mengenai pola hidup sehat di depan seribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran Jatinangor, Sumedang
Binaragawan Indonesia, Ade Rai sesaat sebelum memaparkan presentasi pola hidup sehat di Universitas Padjadjaran (Unpad)

Sumedang, Kompas - Ade Rai, Binaragawan Indonesia, berbagi mengenai pola hidup sehat di depan seribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang, Senin (25/9/2017).

"Sehat itu tidak menarik selagi masih kita miliki. Sehat baru menjadi begitu menarik ketika dia pergi dari kita," ujarnya dalam acara BPJS Goes to Campus.

Sebab, pola hidup sehat bukan hanya penting melainkan keharusan.

Pria bernama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai, pola hidup tidak sehat berisiko mengundang penyakit katastropik.

Apalagi penyakit katastropik seperti stroke, gagal ginjal, jantung, hipertensi, dan lainnya tidak menjadi domain orang dewasa. Namun anak-anak, remaja, dan mahasiswa memiliki potensi yang sama jika tidak menjaga pola hidup sehat dan kurang olah raga.

"Penyebab kematian tertinggi di Indonesia tahun 2014 adalah stroke 21,1 persen, jantung dan pembuluh darah 12,9 persen, lalu diabetes melitus dan komplikasi 6,7 persen. Jadi, ayo kita hidup sehat," tuturnya.

Salah satu materi yang dibagikan Ade adalah pohon kebugaran. Ada tiga hal dalam pohon kebugaran tersebut yakni olahraga teratur, nutrisi teratur, dan istirahat teratur. Tentu saja harus dibarengi dengan pikiran sehat.

"Dalam hal diet juga. Diet bukan mengurangi makan atau tidak makan. Tapi pengaturan pola makan. Ada empat elemen diet yakni sumber, penyajian atau cara masak, jadwal dan frekuensi, serta jumlahnya," ucap pria kelahiran Jakarta, 6 Mei 1970.

Brand ambassador BPJS Kesehatan ini tidak hanya berbagi pola hidup sehat di Unpad. Kemungkinan ada sembilan kampus yang akan ia sambangi, yakni Universitas Indonesia (UI), Unpad, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lalu Universitas Airlangga, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, serta Universitas Sebelas Maret. (Kompas)

Post A Comment: