Ade Rai memberikan penjelasan cara menjaga kesehatan pada para mahasiswa Institut Pertanian Bogor saat acara BPJS Kesehatan Goes To Campus
INSTRUKTUR olahraga Ade Rai memberikan penjelasan cara menjaga kesehatan pada para mahasiswa Institut Pertanian Bogor saat acara BPJS Kesehatan Goes To Campus, Selasa 26 September 2017 sore. Kalangan pelajar dan mahasiswa mulai dilibatkan untuk menyosialisasikan program JKN-KIS.
CIBINONG, (PR) - Para Pelajar SMA diajak mengikuti gerakan Tinggalkan Merokok (Ti-Rock) sedangkan mahasiswa diajarkan cara menjaga kesehatan oleh instruktur Ade Rai. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota dan Kabupaten Bogor untuk mengkampanyekan perilaku hidup sehat.

Para mahasiswa Institut Pertanian Bogor mendapatkan penjelasan langsung dari Ade Rai pada acara BPJS Goes To Campus di Institut Pertanian Bogor Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa 26 September 2017. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan, Mira Anggraini menganggap para mahasiswa adalah segmen intelek.

"Para mahasiswa bisa membantu pemerintah agar proses pembelajaran masyarakat ini menjadi lebih cepat. Kalau ada masyarakat yang tanya, mahasiswa harus tahu," kata Mira seusai acara. Ia mengakui permasalahan yang biasa terjadi di tengah masyarakat disebabkan ketidakpahaman masyarakat mengenai program JKN-KIS.

Program sosialisasi ke perguruan tinggi se Indonesia menurut Mira dimulai tahun ini. Hingga pertengahan tahun ini, ia menyebutkan kegiatan yang sama sudah digelar di 11 perguruan tinggi terkemuka. Jumlah mahasiswa yang terdaftar program JKN menurutnya mencapai hampir 13 ribu dari 50 kampus se-Indonesia.

Menurut Mira, para mahasiswa yang belum terdaftar dalam program JKN-KIS bisa mendaftarkan diri pada acara tersebut. "Kita sediakan di sini tempat untuk mendaftar secara mandiri kolektif di universitasnya," katanya menegaskan.

Mira mengakui penyuksesan program JKN-KIS tak hanya bergantung pada upaya yang dilakukan jajaran BPJS Kesehatan, tapi tergantung sikap seluruh elemen masyarakat. Namun, pencapaian target program tersebut diakui justru lebih cepat dibandingkan negara maju seperti Jerman dan lainnya.

Menurut Mira, penjaminan kesehatan masyarakat di suatu negara dipengaruhi struktur segmentasi masyarakatnya. "Di negara-negara lain kebanyakan strukturnya formal, di kita banyak informalnya," kata dia menjelaskan latar belakang ekonomi masyarakat di Indonesia lebih didominasi tingkat menengah ke bawah.

Pelajar jangan merokok

Sementara itu, BPJS Kota Bogor menyosialisasikan gerakan Tinggalkan Merokok (Ti-Rock) pada para pelajar tingkat SMA dan sederajat di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Kota Bogor. Program tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan setempat, Rubaeah ikut mendukung pemerintah daerahnya mewujudkan kota bebas asap.

"Kita sedang menyusun aturan bagi penerima bantuan iuran peserta BPJS Kesehatan dari Pemkot yang masih merokok, akan dicabut bantuannya," kata Rubaeah di sela-sela acara tersebut. Usulan tersebut menurutnya masih dalam pembahasan di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Acara tersebut diikuti dengan penandatanganan komitmen untuk berhenti merokok dari para pelajar SMA dan sederajat se-Kota Bogor diawali Walikota Bogor Bima Arya. Dalam sambutannya, Bima berharap para pelajar lebih mengutamakan prestasi dalam pergaulannya dibandingkan merokok.  (Pikiran Rakyat)

Post A Comment: